17 Agustus
17 Agustus tahun 45 … Itulah hari kemerdekaan kita, hari merdeka, nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia. Merdeka!!
Sepenggal lagu kebangsaan dimana tahun ini begitu berbeda bagiku. Setelah lama aku tidak ikut upacara bendera, hampir 6 tahun terakhir waktu masuk kuliah sebagai maba diwajibkan ikut upacara bendera 17 Agustus.
17 Agustus 2008 aku ikut upacara lagi bukan dikantor, dikampus atau birokrasi. Aku ikut upacara di salah satu perusahaan textile terbesar di Asia Tenggara. Wow … keluar negeri ya?!
Kenapa harus keluar negeri, jangan salah kita punya perusahaan textile terbesar yaitu di Sukoharjo-Solo namanya PT Sritex – PT Sri Rejeki Isman yang peunya perusahaan ini seorang tionghoa muslim sejak 1995.
Subhanallah karena berbarengan dengan Miladnya PT Sritex, acara tagl 16 Agustus 2008 malam ada acara perayaan di mana para undangan yang hadir hampir semuanya Tionghoa. Para undangan terdiri dari pejabat, mitra dari luar negeri seperti India dan RRC -yang memnag juga pusatnya textile- kita rombongan dari PITI juga salah satu lembaga yang di undang.Kami mendapatkan tempat duduk di ruang utama jadi kita bisa melihat langsung ataupun dari 4 layar yang ada di setiap sudut ruangan. Mulai dari sambutan para mitra seperti dari pemilik Maspion, BRI, Pak Harmoko, tak ketinggalan dari PITI bung Yos. Juga ada artis dari RRC langsung yang menyanyikan lagu mandarin yang mungkin sudah tidak terlalu asing di telinga. Ternyata gedung megah ini juga merupakan salah satu milik dari pemilik PT Sritex Diamond Convention Hall Center.
Wah salut-salut ini yang namanya seorang enterprenuer sejati di mana dia tidak pandatng menyerah dalam mengembangkan usahanya. Yang mana tidak hanya lokal saja tapi sudah internasional. Produk yang dihasilkan berupa produk seragam untuk perang salah satunya Jerman, Uni Emirat Arab dll. Nama Direktur Komisaris H.M. Lukminto dimana sekarang usaha ini sudah diserahkan ke anaknya yang bernama Iwan Lukminto. Ayahnya tidak serta merta langsung menyerahkan bisnis ini ke anaknya langsung, tetapi anaknya harus menjadi bawahan dulu sebelum menjadi atasan agar bisa mengetahui bagaimana cara-cara bisa langsung menyikapi segala kondisi yang terjadi di lapangan, walaupun dia lulusan Boston University.
Saat upacara pun semua sudah dibuat rapi dan sama, dimana para undangan memakai baju yang ada nuansa batiknya. Banyak para undangan memakai baju batik ataupun batik yang sudah dimodifiaksi dengan baju modern. Tamu undangan yang munkin tidak lebih dari 1.000 orang, tidak mau kalah peserta upacara ang merupakan buruh pabrik dan karyawan dari PT Sritex mencapai 14.000 orang. Dimana seragam mereka sama hanya dibedakan dari topi yang dipakai, mereka memakai topi dengan warna yang berbeda sesuai dengan jobdesc kerja mereka masing-masing. Diantara para tamu undangan bisa dilihat banyak dari mitra PT Sritex dari dalam negeri maupun luar negeri. Untuk tamu adri India, para istri memakai sari yang aku lihat walau sederhana tapi wah … so sweet. Upacara diadakan di pabriknya sendiri, dan waktu aku tanyakan mama, misalkan di birokrasinya Bojonegoro apa peserta upacara akan sebanyak ini. Tidak!! jawabnya.
Subhanallah sudah disetting benar pabrik ini setiap sudut ada masjid yang berdiri kokoh dan didalam salah satu pabriknya waktu aku numpang ke belakang juga ada mushollanya. Untuk kebutuhan rohani selain sudah dibuatkan tempat untuk beribadah juga ada kajian rutin yang sudah ada pematerinya yang maan merupakan ustad yang dulunya sebagai saksi bapak H.M. Lukminto mengucapakn kaliamt syahadatnya pada tahun 1995. Mantap …
Jangan salah ternyata di waktu itu juga ada hadiah untuk karyawan pabriknya terkait waktu kedatangan, keikutsertaan dalam upacara, kedisiplinan dalam mengikuti semua rangkaian kegiatan. Wah hebat … mereka juga dihibur ‘Ken Dedes band’ dimana mereka menyanyikan lagu-lagu dangdut. Kita para tamu diajak untuk makan. Setelah makan kita pulang, tapi mampir dulu ke showroomnya. Jangan salah para undangan mendapatkan souvenir dari PT Sritex berupa kain dengan g tau juga ukurannya karena belum sempat di ukur. Di showroomnya ternyata harganya murah, jadinya kita beli kain untuk dibuat baju keluarga saat Adik ada acara, mudah-mudahan lancar. Amin
22.25 -Kantor YDSF cab.Bandung, saat malam semakin larut tapi tangan tetap ingin menari dan berjalan santai
jeng, makacih dah dibuatkan link di situsmu.
namae yulifitri ya…bukan yuli ajah, ok?
ooh,,,ini tah crita lengkapna yg share di taman bungkul itu.
hmmm…oke juga
daah
yulifitri
Agustus 26, 2008 at 9:52 pm