Vina’s Site

Hamba yang ingin belajar dan mendapatkan ridho Nya

Kecelakaan…

Kecelakaan mungkin bukan karena kita, tapi mungkin itu rejeki kita hari ini…

Ingin belanja untuk bisnis baru, pengalaman dan kejadian baru pasti kita dapatkan.
Sepulang dari kantor pos yang sudah mengantri lebih dari 30 menit ternyata untuk menyetorkan uang minimal Rp 100.000 padahal hanya kurang setor Rp 30.000 saja. Akhirnya pulang dengan gontai, eh g juga kok karena naik motor harus konsentrasi dan fokus.
“Allahu akbar…Allahu akbar…Allahu akbar…”, terdengar semakin keras dan semakin keras dari belakang motor ku.
Bruak……….
“Astafirullah…”, teriak ku dalam hati yang paling dalam.
“Minta tolong diangkat motornya!!!!”, teriakku kemudian. Karena kaki sebelah kananku masih sakit akibat terkilir tanggal 27 Desember tahun lalu. Alhamdulillah banyak sekali orang -orang baik, sepeda motor Vina langsung di angkat lalu ada juga yang mengingatkan. “Hati-hati mbak, barangnya tetap di jaga, diperhatikan”, kata orang yang entah dari mana arahnya. Dan sepeda motorku sudah di bantu orang membawa ke tepi dan tepat di parkir di depan …mart. “Iya ambilkan minum…”, kata orang yang membantuku menuntut motor. Ternyata ada wanita yang membelikan air mineral botol kecil dan langsung diberikan kepadaku. Sulit membuka segel dari air mineral itu dan sulit untuk meminumnya karena tubuhku bergetar, ya bergetar. Aku hanya memperhatikan sekeliling. Sebenarnya di samping motorku tadi ada mobil yang mana pemiliknya berhenti, entah dia ingin membantu membawaku atau kami (dengan orang yang menabrakku) atau malah ingin membuat perhitungan terkait mobilnya yang mungkin mengalami lecet di sebelah kanannya.
Tak ada yang memperhatikan bapak yang menabrakku dan dia pun tidak menyapaku.
“Bapak tidak apa-apa?”, tanyaku padanya.
“…, sampai sobek celana saya mbak…” jawabnya yang awal-awalnya aku kurang jelas.
“Maaf ya mbak, sepertinya sepeda motor saya makin rusak…”
“Memang kenapa pak?”
“Gasnya tidak mau kembali mbak dan tidak bisa saya rem. Saya jalannya 40 km/jam kok, kalau sampai saya ngebut lalu yang saya tabrak perempuan tentunya saya akan dipukuli orang-orang.”
Lama menunggu aku sudah tidak sabar untuk bangkit dari dudukku dan pulang untuk merebahkan tubuhku yang ingin aku hempas ke tumpukan besi-besi ringan terselimuti bantalan empuk…
Tak lupa aku hubungi seseorang yang aku sayangi… tak ada jawaban begitu sampai rumah. Dengan susah payah naik motor kondisi kaki yg kaku, alhamdulillah sampai juga.

Kecelakan hari ini membuat aku berpikir, apakah ada sesuatu yang masih belum aku penuhi. Mungkin Allah ingin memberi peringatan kepada hambanya yang lalai melakukan kewajibannya. Instropeksi diri itu yang paling utama.

14.10 -Pertigaan jalan Pemuda, Depok. Merasakan panasnya jalan dan pembatas jalan :D

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.